Pensi Perdana SD Labschool UNESA; Mimpi yang Menjadi Nyata

Sabtu, 14 Maret 2020. Sebuah mahakarya SD Labschoool UNESA digelar begitu menakjubkan. Fantastis sobat-sobat kecil Labschool bisa menyajikan tampilan epic yang membuat penonton terkesima. Riuhnya tepuk tangan, mata berbinar karena bangga, dan antusiasme yang begitu besar tergambar di raut wajah penonton yang menyaksikan betapa spektakulernya mahakarya tersebut. Penampilan musik yang harmonis, cerita khas kehidupan sekolah yang dramatis yang berkisah persahabatan dalam perbedaaan. Tarian yang yang kompak dan serasi, lighting yang keren, tampilan-tampilan pengiring yang menghibur. Layaknya membeli sebuah makanan paket komplit. Enak, nggak rugi, renyah, dan membuat kita ingin menontonnya lagi.

Bagaimana tidak spektakuler, masuk di hall gedung pertunjukkan kalian disuguhkan photo booth yang kece dengan nuansa biru, dihiasi dengan awan, pelangi, layang-layang, kincir dan balon udara warna warni yang didukung dengan lighting yang membuat kita tak segan-segan ingin mengabadikan momen dalam acara tersebut. Tidak hanya itu hall didekorasi dengan hasil karya gambar dan lukisan yang berkharakter khas ala siswa-siswi SD Labschool UNESA, hasil karya science club seperti lift hidrolik, tiruan termoter, senter dan motor sederhana, dan beberapa karya kerajinan dalam pembelajaran  yang merupakan hasil karya tangan mungil yang kreatif dan ulet.

Tidak lama setelah registrasi. pukul 14.00 acara pun dimulai dan dibuka oleh pembawa acara pentas seni yakni Mrs. Vira dan Rasti. diawali dengan dengan pertunjukkan bernyanyi bersama lagu “Rainbow” oleh kelas 1 kelas 2, serta drama fabel singkat berbahasa inggris yang lucu dan meaningful yang didalamnya ada tokoh Bird, Rabbit, Frog, and Duck. Disusul kemudian penampilan tari tradisional “Garuda” yang luar biasa keren dan total dari kostumnya, riasnya, gerakan-gerakan khas burung garuda yang melambangkan lambang negara Indonesia dengan filosofinya yang mendalam. Ada juga penampilan ansambel musik kelas 2 dengan lagu “Pelangi-Pelangi dan kelas 3 dengan lagu “Ambilkan Bulan bu” yang begitu harmonis. Penampilan duet penyanyi cilik Labschool si Eca dan Eynar yang merdu dengan teknik bernyanyi yang bisa dibilang kece untuk anak seusianya. Wow, Sungguh tidak rugi. Udah gitu aja? Tunggu masih banyak lagi. Di dalam pentas seni Labschool ini tampilan yang ada tidak hanya tentang tari, musik dan drama lho. Ada juga penampilan dari siswa-siswi yang tergabung dalam ekstrakurikuler taekwondo. Mereka memberikan tampilan parodi yang sangat atraktif menghibur mengkolaborasikan musik dan gerakan dalam taekwondo, kejutan di akhir penampilan menirukan gaya ala tik-tok dipimpin oleh seseorang yang berjalan mundur dengan tangan yang naik turun posisi siku bergantian dengan musik khasnya dihadiahi riuh tepuk tangan dari penonton yang bahagia sekali menyaksikannya. Tepuk tangan deh untuk tim taekwondo dan sabeum doong. Dan tak ketinggalan, ada pemampilan dari teman-teman berkebutuhan khusus yang menyanyikan lagu “Kasih Ibu” dengan kharakter mereka, mereka bisa bernyanyi enak dan tidak fals lho, semua orang takjub, bangga, tidak sedikit yang menangis. Ah, begitu indah untuk diingat setiap detail dari tampilan sobat kecil Labschool.

Yang dijelaskan di atas itu baru pengiring lho guys, gimana? bikin nagih kan? Tidak sampai disitu. Puncak dari pentas seni adalah sebuah drama musikal mahakarya SD Labschool UNESA berjudul “Diary untuk Bangsa dan Negeriku.” Di awali dengan tarian memulai hari dengan kostum kuning dengan paduan rok tutu yang ceria, lalu tokoh utama pun masuk. Mereka berdialog menceritakan pertemanan di sekolah yang awalnya damai dan baik-baik saja, mereka bermain bersama, makan bersama, belajar bersama hanya karena sebuah olokan dari tokoh antagonis yang membuat kemarahan dua belah pihak, situasinya berubah menjadi perselihan dan saling menyakiti dengan cara mengolok-ngolok, adu pukul dan saling menyalahkan. Di dalam adegan ini adu mulut dikemas dalam lirik lagu yang dinyanyikan dengan musik dan tarian tentang bagaimana sosok jagoan seharusnya. Peleraian dari kisah drama tersebut hadirlah di pertengah perselisihan yang terjadi tokoh yang menjadi penengah yang memberi nasehat agar kita semua bersatu. Setelah adegan ini keluarlah tim paduan suara dan ansambel yang bernyanyi lagu persahabatan dengan vocalis manis si Kinara. Akhirnya semua siswa menyadari untuk saling meminta maaf dan menghargai perbedaan. 

Selesai sampai disitu? tidak. Kemudian dikemaslah makna persatuan itu dengan musikalisasi puisi mengenai makna persatuan yang dibawakan oleh Poppy, Eca, Cleo dan sadewa yang begitu puitis dan disusul kemudian penampilan ansambel musik yang terdiri dari alat musik angklung, gitar, pianika dan keyboard membawakan lagu “Rek, Ayo rek!” dengan vokalis Naura. Lalu muncul  15 penari dengan kostum adat Bali, Jawa, betawi, padang, dll. Yang menunjukkan kelemah-gemulaiannya menari beberapa tari adat sesuai khas baju adat yang dikenakan. Diujung acara berlarian keluar panggung seluruh pengisi acara dengan formasi lingkaran, dan menari sesuai formasi, beberapa membawa lilin kerlap-kerlip berbaris di depan. Dan mengakhiri musik dengan teriakan. Suara convetti menandakan puncak dan acara telah selesai. Riuh tepuk tangan penonton menunjukkan decak kagum dan berdiri melihat putra dan putri mereka dapat tampil dengan panggung megah dengan berbagai kelengkapannya.           

Pasti timbul pertanyaan, siapa sih yang ada di balik layar? Siapa yang bisa mendeliver anak-anak hebat itu bisa menyajikan mahakarya yang membawa decak kagum ratusan orang di dalam gendung yang manggut-manggut dan bangga menyaksikan tampilan mereka. Ada empat pakar seni di sini, beliau adalah Pak Jo guru seni musik kebanggan SD Labschool, beliaulah yang mengaransemen segala hal yang berhubungan dengan musik dalam pentas seni tersebut dan beliau juga adalah ketua pelaksana.  That was an amazing performance pak Jo. Ada juga mas Fatah dan mas Dimas, pelatih drama yang ada dibalik dramatisnya pertunjukkan drama musikal, dan the one only pelatih tari kita Bunda Mamik yang sudah dengan sabar membimbing anak-anak, mengkreasikan gerakan dan membentuk disiplin anak-anak sehingga terciptlah gerakan tarian yang sangat spektakuler untuk dinikmati. Tidak hanya beliau berempat. Bapak-Ibu guru, ustadzah, pegawai Labschool yang menamai diri mereka “Black Team”karena berkamuflase di balik panggung dengan baju yang serba hitam adalah orang yang berperan besar memberikan sumbangsih pikiran, tenaga, yang rela nggak tidur sampai dini hari. Menemani siswa-siswi berlatih udah gak kehitung baik di sekolah, di gedung, gladi bersih sampai acara sukses terselenggara, memberikan yang terbaik pada tugas pokok masing-masing di seksi acara, perlengkapan, publikasi dekorasi dan dokumentasi, humas,  sie konsumsi yang tanpa ini kita bisa jadi kelaparan ya guys. Kalian luar biasa guys. Terimakasih juga untuk para sponsorship, baik Kumon, Shinkenjuku, Teh Pucuk, Kimia Farma dan Pearson yang sudah membantu memberikan fresh money atau produk dalam penyelenggaraan acara ini. Ini nih yang nggak boleh ketinggalan disebut, Big thanks to Ibu Hapsari Dewi selaku Kepala, sekolah yang memotivasi kita untuk bisa menyelenggarakan pentas seni kemarin, terimakasih untuk setiap arahan dan bimbingannya kepada kami sehingga kami makin matang dalam berproses.

Tidak kalah penting adalah teruntuk seluruh pengisi acara anak didik kami tercinta, putra-putri generasi bangsa, calon pemimpin masa depan yang bersedia dengan kesungguhan bekerja keras berlatih selama hampir satu bulan meski paginya harus ujian tengah semester dan siangnya tetap latihan, ada juga yang harus ikut perlombaan atau pertandingan. Raut wajah lelah betul-betul terlihat saat kita mengakhiri sesi latihan tapi semangat kalian untuk latihan lagi dan lagi esok harinya itu yang perlu kita apresiasi. Kalian semua manusia kuat, anak-anak hebat pilihan tuhan yang ditakdirkan untuk mejadi bagian dalam Mahakarya tersebut. Kami ucapkan terimakasih, semua hal yang pernah kita lakukan bersama tidak pernah sia-sia. Kenanglah proses ini dalam kenangan indah masa kecil kalian nanti. 

Pentas seni yang membuka mata kita bahwa setiap mimpi harus digantung setinggi langit, yang membuat kita berpikir positif dan menanamkan dalam diri kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin dan mau berusaha. “Selama ini kami hanya tampil di panggung lapangan sekolah, pernah suatu kami hari nyeletuk (sebuah ide dalam obrolan) kapan-kapan ayo kita bikin pertunjukkan di gedung pertunjukkan. Di tahun keempat sekolah ini berdiri. Selain kendala yang ada sudah bisa teratasi, dana juga sudah cukup untuk bisa menyewa sebuah gedung pertunjukkan, dan akhirnya mimpi itu terwujud” kata kepala sekolah Ibu Hapsari Dewi dalam pengantar sambutannya.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada semua tim, guru-guru, anak-anak, walimurid, komite, dan yayasan/BPS  atas terselenggaranya acara ini. Kita para tim semua diharapkan untuk bekerja sama untuk menjadikan sekolah ini sebagi tempat tumbuh kembangnya anak-anak yang berkharakter yang dimaksud antara lain seperti yang kita angkat dalam tema kita “Unity in Diversity” yaitu persatuan dalam perbedaaan. Dengan latar belakang perbedaan suku, agama maupun kebiasaan keluarga tetapi mereka bisa bekerja sama menjadi satu, jadi intinya kita melatih anak-anak memiliki kharakter/memiliki jiwa persatuan dan kesatuan sehingga mudah bekerja sama dengan banyak orang. Sehingga kedepan hal ini bisa menjadikan anak-anak pada akhirnya menjadi “The Leader Future” yang menjadikan perbedaan sebagai sebagai suatu persatuan.  Semoga ke depan PENSI kedua jauh lebih baik.

Kalian penasaran, sespektakuler apa Mahakarya SD Labschool UNESA Lidah Wetan?

Simak lengkapnya di link youtube berikut ini!h

Have fun ya guys!