SD Labschool UNESA Ajarkan Toleransi Beragama Sejak Dini 







Sebelumnya, kalian harus tahu ya teman-teman. SD Labschool UNESA terdiri dari berbagai macam latar belakang suku, ras dan agama. Untuk agama di sekolah kami ada 3 jenis agama yang dianut dan diyakini para siswa-siswa, yakni agama Islam, Hindu, dan Kristen/Katolik. Pasti kalian bertanya-tanya. Bagaimana dengan pembelajaran agamanya? Bagaimana sekolah bisa mewadahi keanekaragaan tersebut saat adanya perayaan/peringatan hari besar agama tertentu? Apakah yang lain akan tidak dipedulikan saat agama yang lain merayakannya?  Baik kita akan jawab pertanyaan kalian satu per satu.

Bagaimana dengan pembelajaran agamanya?

Mengenai pembelajaran agama, kami memiliki guru masing-masing pada agama. Ada Bu Iffa sebagai guru agama Islam, Bu Tifa guru agama Kristen, dan bu Iis guru agama Hindu. Kegiatan pembelajaran agama dilakukan di ruangan masing-masing. Setiap hari sebelum memulai kegiatan pada pagi hari setelah kegiatan literasi, siswa-siswi kami memulainya dengan berdoa menurut agama dan caranya masing-masing. Siswi kami yang islam akan melaksanakan sholat Dhuha, siswa-siswi kami yang Hindu atau Kristiani akan melaksanaan doa pagi dengan caranya masing-masing di ruangan yang berbeda. 

Bagaimana sekolah bisa mewadahi keanekaragaan tersebut saat adanya perayaan/peringatan hari besar agama tertentu? Apakah yang lain akan tidak dipedulikan saat agama yang lain merayakannya? 

Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebagai contoh adalah kegiatan  Islamic New Year Celebration di SD Labschool UNESA yang berlangsung meriah 6 september lalu. Untuk memperingati Tahun baru islam satu Muharram tersebut, kami adakan berbagai lomba bernuansa islami seperti lomba Adzan, Pildacil, Tartil, Tahfidz, Kaligrafi, dan Puisi Islami yang tentunya membuat kita lebih paham tentang islam dan bagaimana harus menjadi seorang muslim yang baik. Tidak hanya itu, menyadari siswa-siswi kami pun terdiri dari berbagai suku ras dan agama. Kami pun juga adakan event lomba yang sesuai dengan agama mereka masing-masing. Untuk siswa dan siswi Kristiani kamia adakan lomba Tari dan Gerak lagu, serta Cerdas Cermat Al-Kitab. Untuk siswa-siswi kita yang hindu ada lomba menghias Canang Sari dengan pakain ibadah mereka lho.. keren bukan ??? dengan semangat tahun baru islam ini, semoga kita bisa mempererat Ukhuwah Islamiyah dan memahami toleransi lebih dalam demi terwujudnya Life in Harmony. Salut deeh buat bapak ibu guru dan Ustadzah yang menyelenggarakan kegiatan kali ini dengan apik. Nah kalian bisa simpulkan sendiri, ada aksi dalam toleransi di sekolah kami, tidak hanya sebatas melihat, tidak hanya sebatas mengucapkan, di even kali ini kita ajak mereka semua untuk memeriahkan dan mengambil sisi positif semangat, keceriaan dan kebersamaan dari makna Tahun Baru Islam itu sendiri, sebab kami percaya, setiap agama selalu mengajarkan kebaikan, itu yang kami ajarkan kepada siswa-siswi kami. Hal ini dilakukan sebagai bekal anak untuk berinteraksi di tengah keragaman masyarakat. Perbedaan etnis, agama, serta budaya akan banyak ditemukan di masyarakat termasuk di sekolah. Oleh karena itu, pemahaman akan toleransi yang ditanamkan sedari kecil sangat berguna sebagai persiapan anak untuk memahami, belajar, dan bergaul dengan lingkungannya.

Kegiatan UMMI via Daring